Ekonomi

Orang Miskin Masih Ada Yang Belum Terdata di Depok

 

 

 

SAKSIMATA.CO DEPOK : Di usianya yang sudah terbilang senja nenek Muhinah 74 tahun terpaksa  bekerja dengan berjualan kue basah yang diambil dari tetangganya,nenek Muhinah berjualan mulai dari subuh dengan menawarkan kue-kue basah ke tetangga sebelah guna memenuhi kebutuhan keluarganya
(26/01/2015)


Nenek Muhinah tinggal bersama suami nya Bahrudin 77 tahun dan anaknya Muhammad 32 tahun mereka mulai tinggal di Depok sejak lima tahun tetapi belum satupun dinas terkait yang datang untuk mendata atau memberikan bantuan.


"Sejak saya tinggal saya belum pernah terima bantuan dari manapun,saya bekerja keliling mulai subuh per hari kalau pas rame saya bisa dapat Rp 25000 sampai Rp 30000 itu pun uangnya saya buat biaya anak saya,setelah berjualan saya menjadi buruh cuci dan setrika  lumayan buat tambah-tambah kalau gak begitu saya gak bisa makan,kadang saya makan sehari cuma sekali,"ungkap Muhinah dengan nada lirih   


Muhinah menjelaskan kondisi Muhammad anaknya yang mengalami gangguan jiwa sejak 15 tahun yang lalu dan suami nya yang mengalami sakit sesak nafas dan matanya yang sudah tidak melihat.


"Dulu sempet sekolah di Muhammadiah gak tau kenapa atau mungkin karena pergaulan teman-teman dia mulai marah-marah semua barang dirumah habis di hancurin kalau di kumat,dulu juga sempet dibawa ke rumah sakit di  Cilendek Bogor  karena gak ada biaya
Ya terpaksa dibawa pulang,"ujarnya


Nenek juga menjelaskan kondisi dari Bahrudin suaminya yang sekarang sudah tidak bisa bekerja lagi karena kondisi fisik nya yang sudah tidak memungkinkan lagi.


"Mata si bapak yang sebelah kanan itu buta karena karena sakit kita ga punya uang kalau yang sebelah kiri karena katarak akut jadi suka pusing dia karena gak bisa lihat,"jelasnya


Sementara itu Markam ketua Rt 04/07 menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena pihaknya tidak pernah diminta datanya oleh pihak dinas sosial maupun dinas-dinas lainya


"Saya bisa apa warga kita banyak yang gak mampu yang belum pernah terima bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pusat,saya bingung mereka dapat data dari mana,seharusnya mereka tanya saya dulu sebagai Rt,"jelasnya


Kepala bidang sosial Ani menjelaskan kepada awak media terkait adanya warga Depok yang tidak mendapatkan bantuan pihaknya mengatakan akan melakukan validasi data serta melakukan kunjungan.



"Kami akan segera melakukan kunjungan bersama dinas kesehatan karena adanya informasi kalau si bapak matanya katarak dan anaknya mengalami gangguan jiwa,kita akan segera ke lapangan,"tandasnya





(Yopi)

 

 

 

Pemkot Depok Laksanakan UMKM Depok Expo 2014

SAKSIMATA.CO DEPOK : Walikota Depok Nur Mahmudi I'smail didampingi oleh Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pasar (UMKM)  M. Kafrawi, membuka acara Pameran Gelar Karya (UMKM Depok Expo 2014) di Lapangan Merdeka, Sukmajaya Depok (21/11/2014).

Dalam Kesempatan tersebut Walikota menjelaskan, saat ini Kota Depok menjadi salah satu kota yang sedang bertumbuh di mana banyak masyarakat dari luar kota bermigrasi oleh sebab itu masyarakat harus jeli melihat potensi-potensi apa saja yang dapat dikembangkan di Kota Depok.  

"Fashion, Kuliner ,Kerajinan tangan, lalu dibidang seni itu adalah sebagian cotoh kegiatan UMKM yang ada di Kota Depok di mana mereka jeli melihat kesempatan tersebut. Untuk saat ini saja 439 ribu UMKM yang aktif sedangkan untuk kuliner ada sekitar 38 ribu orang, itu hanya untuk kuliner saja," ungkap Walikota Depok disela-sela pembukaan Depok Expo.

Terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Walikota menjelaskan, harus ada Ajustment karena pasti seluruh bahan baku dari UMKM akan kena imbas dari kenaikan harga BBM seperti bahan makanan itu naik sekitar lima persen.

"Yang terpenting saat ini kita harus benar-benar pandai membaca daya beli masyarakat seberapa, kita tidak boleh semena-mena sebagai pengusaha menaikan harga karena semua ada rumusnya,"jelasnya.


Dalam menghadapi Masyrakat Ekonomi Asean (MEA) UMKM Kota Depok diharapkan siap untuk menyediakan kebutuhan masyarakat serta dapat bersaing dengan negara-negara tetangga. "Kita harus dapat bersaing dengan cara penyajian,kwalitas serta harga yang sepadan mudah-mudahan tidak terlalu gentar,kita juga harus memberikan motifasi kepada masyarakat agar mencintai produk-produk bangsanya sendiri," tandasnya.



(Yopi)