Ekonomi

Hizbut Tahir Menentang Rencana Kenaikan Harga BBM

SAKSIMATA.CO DEPOK : Puluhan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Depok berunjuk rasa di depan Kantor Balaikota Depok untuk menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) (12/11/2014).

Fahmi Shadry korlap aksi, dalam orasinya mengatakan bahwa dengan kenaikan harga bahan bakar minyak maka ini adalah bentuk dari kebijakan dzalim yang pasti akan menyengsarakan rakyat sementara hasil penghematan tidaklah sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh seluruh rakyat.

"Menaikan harga BBM dan kebijakan apapun yang dimaksud untuk meliberalkan pengelolaan BBM merupakan kebijakan yang bertentangan dengan syariat Islam karena sesungguhnya migas dan kekayaan alam yang didalamnya merupakan milik negara dan untuk mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya untuk menyengsarakan rakyat,"ungkap Fahmi Ketua HTI DPD II Depok.

Fahmi menambahkan bahwa seharusnya pemerintah mencari alternatif lain selain menaikan harga BBM karena sesungguhnya sumber daya alam kita melimpah,karena dengan menaikan harga BBM maka masalah tidak akan selesai sampai di sana.

"Kami dari Hizbut Tahrir hanya bisa memberikan nasehat kepada siapapun pemimpin negeri ini agar tidak menaikan harga BBM karena dampak dari kenaikan ini amat sangat besar,belum juga naik kita bisa lihat seluruh harga sudah memberatkan rakyat apa yang bisa di harapkan dari negeri ini kalao pemimpinnya tidak berpihak kepada rakyat," ungkapnya.

Ditambahkan Fahmi bahwa alasan Pemerintah dalam menaikan harga BBM sangat tidak masuk akal dan tidak rasional di tengah-tengah turunnya harga minyak dunia karena Pemerintah berpendapat bahwa dengan menaikan harga BBM maka rakyat miskin dapat menikmati pengobatan dan pendidikan gratis.

"Cina saja sudah menurunkan harga BBM alasan apalagi, saya khwatir ini adalah agenda Asing yang ingin Indonesia seperti dulu. Karena sekali lagi sumber daya alam kita banyak selama ini 85% kilang minyak dikuasai oleh pihak asing dan Pemerintah kita hanya di bohongi", tandasnya.



(Yopi)

Di Depok Harga Sembako Sudah Naik Mendahului Rencana Kenaikan Harga BBM

SAKSIMATA.CO DEPOK : Rencana Pemerintah Pusat yang akan menaikan harga BBM teryata berdampak pada naiknya beberapa harga kebutuhan pokok, bahkan diperkirakan harga akan terus bertambah naik bahkan penderitaan rakyat akan semakin terus berlangsung seiring belum sepenuhnya direalisasikan kompensasi kenaikan harga BBM tersebut (09/11/2014).

Fatimah penjual sayur yang sudah delapan tahun berjualan dipasar Musi Depok Timur ini mengungkapkan bahwa harga mulai merangkak naik mulai seminggu terakhir.

"Saya jualan di Pasar kaget ini cuma kalao hari minggu saja biasanya di Pasar Musi Depok Timur,kalau harga mulai naik seminggu belakangan ini mulai dari harga cabe keriting, cabe rawit merah,rawit hijau dan lain-lain ,"ungkap Fatimah Pedagang sayur


Menurutnya, harga cabai keriting yang semula Rp.20.000/Kg naik menjadi Rp.60.000/Kg. kemudian untuk cabe rawit awalnya  Rp.15000-20000 saat ini menjadi Rp 55000 sedangkan untuk bawang relatif stabil.

"Yang paling terasa justru harga cabai hijau, tadinya harganya cuma Rp.12.000/Kg sekarang sudah Rp.50.000/kg. Padahal biasanya harga cabai hijau lebih murah daripada cabai merah keriting, Saya juga bingung bagaimana menjualnya ke pelanggan,"jelasnya sambil melayani pembeli yang mencoba menawar harga cabai.

Hal sama disampaikan Linda, pedagang di Pasar Kaget yang sama-sama berjualan di Pasar Musi ini di mana yang semula untuk harga Sawi, Kangkung,Buncis hanya berkisar Rp.10.000 sekarang mulai merangkak naik mencapai Rp.15.000 per ikat. Tapi ia mengaku masih beruntung karena pasokan dari daerah cukup banyak hingga tak mungkin kehabisan. Kondisi ini akan mencegah kelangkaan yang bisa membuat barang menjadi lebih mahal lagi.

"Yang parah kalau harga naik tapi pasokan barang pun susah didapat. Ini merepotkan dan harga bisa tambah mahal," ucapnya.

Ia berharap segera ada kepastian soal kemungkinan kenaikan harga BBM. "Makin tak pasti, makin repot kami karena harga bakal terus naik. Kalau begini terus bisa hilang pelanggan,"tambahnya



(Yopi)