Ekonomi

Walikota Depok Menggagas Tanaman Organik di Lingkungan Perkantoran

SAKSIMATA.CO DEPOK : Walikota Nur Mahmudi Isma'il didampingi oleh para Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) melakukan panen perdana tanaman organik di lingkungan kanntor Balaikota. Panen perdana tersebut berhasil memanen kurang lebih dua setengah kwintal tanaman sawi, cabe dan terong (14/10/2014).

Nur Mahmudi Isma'il mengungkapkan bahwa Tanaman organik yang ditanam di lingkungan Balaikota ini adalah sebagai contoh untuk para lurah dan camat agar juga dapat mengembangkan tanaman organik dilingkungan tempat kerjanya masing-masing.

"Tanaman yang ditanam dan dipanen hari ini adalah hasil dari pupuk kompos yang juga diproduksi atau dibuat di lingkungan Kantor Blaikota dengan memanfaatkan limbah dari kantin yang ada disekitar Balaikota,"ungkap Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail saat meninjau dan memanen tanaman organik.

Lanjut Nur bahwa tanaman organik yang ditanam dilingkungan balaikota menggunakan pupuk kompos yang hasil dari seluruh sampah dibalaikota ada kurang lebih  sekitar lima ton perbulan atau sekitar ada 35 persen bahan kompos yang bisa dihasilkan dari sampah tersebut.

"Dengan contoh yang rill bahwa kompos yang dihasilkan kurang lebih tiga bulan yang dianggap sudah matang sesuai standart nasional teryata memang dapat dibuktikan dengan menanam sayur mayur seperti sawi,tomat,cabe,terong dan lain-lain," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Walikota juga melihat langsung pembuatan pupuk kompos dan berharap  agar warga Depok juga dapat mencontoh dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam tanaman yang dapat dipanen setiap hari seperti cabai.Karena apabila harga cabe tinggi dan mulai langka maka diharapkan dengan menanam pohon cabai  di rumah para ibu-ibu rumah tangga tidak panik.




(Yopi)

Harga Sapi Jelang Lebaran Relatif Stabil

SAKSIMATA.CO DEPOK : Jelang Idul Adha permintaan hewan kurban Sapi dan Kambing kian meningkat seiring dengan mendekatnya hari Raya Idul adha, hal ini di ungkapkan oleh Haji Doni Pemilik dari Mall Hewan Kurban yang berada di Jalan Akses Kelapa dua.

"Tahun ini memang αdα peningkatan harga jual antara Rp 1-3 juta ,kalau untuk tahun lalu kita bisa jual murah antara Rp 10 juta untuk kelas midle tahun ini mencapai Rp 13 juta," ungkap H. Doni

Pria yang sudah menggeluti usaha menjual Hewan kurban ini selama 32 tahun menuturkan bahwa dirinya sebelum menjual hewan qurban beliau menjual daging potong dahulu baru setelah itu menjual sapi hidup. Kualitas dan service yang ditawarkan di Mall hewan kurban milik H Doni ini tidak perlu diragukan, di sini pelanggang mendapatkan hewan dari berbagai jenis dan pastinya yang sehat karena memang seminggu sekali ditinjau oleh dokter hewan.

"Di sini kita menjual berbagai jenis Sapi mulai dari Sapi Jenis Limousine, Brahman, Kupan, Bali, Jawa, Black anggle, Madura dan lain-lain kita juga menjaga service dengan memberikan ganti rugi atau asuransi apa bila dalam perjalanan Sapi kita patah kaki atau mati," jelasnya

Untuk stok sendiri H. Doni mengatakan bahwa αdα sekitar 8000 ekor sapi dengan berbagai ukuran dan jenis mulai dari 300 Kg sampai dengan bobot 1 ton

"Yang paling laku jelas yang ukuran midle yang harganya Rp 20 jutaan ,kita juga melayani ritel juga untuk Depok dan sekitarnya," tuturnya.


Sementara itu iwan pedagang hewan kurban asal pacitan Jawa Timur mengatakan bahwa penjualan Sapi dan Kambing tahun ini tidak mengalami peningkatan yang sangat signifikan. "Disini kita tidak hanya menjual Sapi tetapi αϑα Kambing juga,untuk harga Kambing peningkatan tidak terlalu banyak kalao dulu harga 1,4 juta sekarang kita jual 1.7 jadi tidak terlalu banyak,kita jual kambing hanya sebagai pelengkap saja karena kadang-kadang αϑα yang tanya juga," ungkap Iwan Penjual Sapi dan Kambing di Jalan Tole Iskandar sebelah Polsek Sukmajaya.


Iwan juga menjelaskan bahwa untuk stok kambing dan Sapi dirinya tidak berani ambil terlalu banyak karena takut resiko tidak habis,hal ini karena melimpahnya jumlah stok Sapi dan Kambing yang αϑα di kota Depok.


"Saya mengantisipasinya dengan cara memasukan kerumah potong hewan walaupun sebenarnya rugi,tapi kalao tidak begitu saya tambah rugi lagi karena masalah pakannya juga cukup banyak,"tegasnya




(Yopi)