Ekonomi

Jelang Hari Raya Idul Adha 1435 H Harga Daging Relatif Stabil

SAKSIMATA.CO DEPOK : Menjelang Lebarang Idul Adha 1435 H, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Depok khusus nya di pasar Agung Depok II Timur relatif stabil, Hal dikarenakan kebutuhan menjelang Idul Adha masih tercukupi (21/09/2014).

Endah, penjual daging sapi yang sudah 6 tahun berjualan di Pasar Agung ini menuturkan sepinya minat pembeli dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Saat ini harga daging sapi masih relatif stabil seandainya naikpun tidak terlalu banyak seperti sekarang harga daging Rp 95000- 100.000 masih terjangkau,tapi ga tau masih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ungkap Endah Penjual daging sapi di Pasar Agung Depok Dua Timur.

Ia menjelaskan, saat ini ketersediaan sapi berkurang karena permintaan sapi khusunya sapi jantan untuk ibadah korban juga mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha.

"Diperkirakan harga daging ini akan terus mengalami kenaikan hingga H-1 lebaran haji seiring permintaan warga yang juga meningkat," ujarnya.

Menurut dia, biasanya menjelang lebaran, permintaan akan daging sapi mengalami peningkatan 30 persen, karena warga mengelar doa bersama menyambut lebaran haji itu.

"Biasanya, harga daging menjelang lebaran haji naik menjadi Rp 110.000 hingga Rp 120.000 per kilogram," ujarnya.

Ia mengatakan, meski ketersediaan sapi potong berkurang, namun masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta masih mencukupi untuk dua bulan ke depan.

"Menjelang lebaran haji, harga sapi potong naik sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga daging," ujar Tito, pedagang di Pasar Baru.

Sementara itu, Berdi, pedagang ayam mengatakan, harga daging ayam  naik menjadi Rp 35.000 dibanding harga sebelumnya Rp 31.000 per kilogram. Demikian juga, harga daging potong naik menjadi Rp 37.000 dari harga sebelumnya Rp 31.000 per kilogram.

"Saat ini, pasokan ayam berkurang karena banyak ternak ayam petani mati selama musim kemarau," ujarnya. Selain itu, harga daging ayam ini naik karena pakan ternak yang cukup tinggi, sehingga biaya perawatan dan pembesaran ayam tingggi.


"Kami hanya menyesuaikan harga ayam di tingkat peternak dengan harga pasaran, sehingga saling menguntungkan," ujarnya.




(Yopi)

SBY Optimis Nilai Tukar Rupiah Tahun 2015 Relatif Stabil

SAKSIMATA.CO. JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,melalui pidatonya nampak cukup optimis terhadap asumsi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dalam APBN 2015 asumsi Rupiah dipatok di Rp11.900 per USD (15/08).

Sebelumnya, dalam APBN-P 2014 asumsi Rupiah dipatok di level Rp11.600 per USD.

SBY mengatakan, adanya kemungkinan bank Sentral Amerika Serikat melakukan normalisasi kebijakan moneternya dengan menaikan tingkat bunga di tahun 2015.

"Akan membawa dampak kepada tekanan nilai tukar Rupiah dan mata uang banyak negara, termasuk Indonesia," terang SBY di gedung DPR RI, Jakarta.

Karena itu, dibutuhkan satu asumsi yang realistis dan mampu mengantisipasi perkembangan ke depan. Hal ini, melalui langkah-langkah bauran kebijakan makroprudensial yang terkoordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan OJK.

"Ini nilai tukar Rupiah dalam tahun 2015 diperkirakan akan terjaga dan bergerak relatif stabil pada kisaran Rp11.900 per USD," jelasnya.

 

(STL)