Ekonomi

PT. POS Indonesia Merger dengan ASPERINDO

Saksimata.Co. JAKARTA. PT.Pos Indonesia (Persero), menggelar diskusi panel bersama ASPERINDO untuk membahas bergabungnya dua perusahaan tersebut guna menghadapi Asean Economic Community 2015 (12/02).

Diskusi panel tersebut diisi oleh  para narasumber yang berkompeten dibidangnya. Pakar ekonomi logistik juga Mantan Menko Perekonomian Prof. Dr.Doirodjatun, Direktur Ritel dan properti Indonesia Dr. Setyo Rtiyanto, dan Direktur Politeknik Pos Indonesia Prof.Dr.Sutarman.

Menghadapi Postal Industry Outlook dan Asean Asean Economic Community 2015, maka semua pelaku bisnis mau tidak mau harus melakukan transformasi bisnisnya masing-masing. PT. POS saat ini sedang dalam proses reposisi menuju Postal Network Company dengan Vision to be a  trusted portal service company.

Kekuatan dan jaringan yang dimiliki oleh Pos Indonesia mencoba menjadikan loading sector dalam mendistribusikan dokumen dan barang yang nantinya menjadi sebuah titik-titik konektifitas layanan di Indonesia.

"Dengan bergabungnya Pos Indonesia dengan Asosiasi perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik Indonesia atau ASPERINDO diharapkan semakin melengkapi kapabilitas masing-masing perusahaan industri Pos Nasional yaitu BUMN dan BUMS agar dapat menjadi perusahaan yang lebih tangguh, lebih handal dan besar dengan kinerja yang tinggi dan tidak menutup kemungkinan nantinya unggul dalam persaingan global", Budi Setiawan Direktur Utama PT. Pos Indonesia.

 

(Nyo)

GERAKAN PASAL 33 UUD 1945 KOTA DEPOK TOLAK BPJS

Saksimata.Co DEPOK - Puluhan elemen Partai Rakyat Demokratik (PRD Depok) dan Jaringan Kerja Kebudayaan (Jaker) Kota Depok berunjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan Jl. Margonda Raya Kota Depok menolak pelaksanaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) (Kamis, 16/01).

Pengunjuk rasa menilai, Pengalihan Jamkesda ke BPJS di Kota Depok menyebabkan pembengkakan APBD dari 18 milyar untuk 183.000 peserta Jamkesda menjadi 42 milyar lebih (Rp. 19.225 X Kelas 3 X 12 bulan X 183.000) atau lebih 2 kali lipat dari yang sekarang dengan pelayanan yang relatif sama.

"Seharusnya jaminan kesehatan rakyat yang tidak masuk ke dalam Askes, Jamsostek, Asabri, dll. Sehingga warga Depok tidak cemas jika sewaktu-waktu menderita sakit atau masuk rumah sakit" Ungkap Didik K.

 

(As'ad).