Panglima TNI Menghimbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Pelantikan Presiden

SAKSIMATA.CO. JAKARTA. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menghimbau masyarakat yang akan melakukan syukuran atau pesta pasca peralihan pemerintahan pada saat pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo 20 Oktober nanti supaya tidak berlebihan (16/10).

Panglima TNI Jendral Moeldoko juga mengimbau agar masyarakat yang ikut dalam pesta budaya menyambut presiden terpilih jangan berlebihan. Seadanya saja, yang penting aman dan nyaman.

"Saya imbau masyarakat yang ingin lakukan kegiatan syukuran pesta agar tak berlebihan karena bisa ganggu pelantikan," terang Moeldoko saat melepas pasukan ke Lebanon, di Jakarta Utara.

Personel yang diterjunkan, tetapi berbagai Alutsista TNI pun telah disiapkan, yaitu 10 Unit Ranpur Anoa dari Kodam Jaya yang dalam 1 Unit Ranpur diawaki oleh 4 personel, 3 Kendaraan Kawal Paspampres yang 1 Unit kendaraan tersebut diawaki oleh 3 personel dan 6 Unit Truck Reo yang setiap 1 unit diawaki oleh 1 personel dengan total 19 unit dan 55 awak.

Turut hadir pula dalam acara tersebut, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, KSAL Laksamana TNI Dr. Marsetio, KSAU Marsekal TNI IB Putu Dunia, Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono.
Dalam pengamanan ini, pasukan TNI yang  diterjunkan sebanyak 2100 personel dengan rincian sebagai berikut : Kostrad 300 personel, Den Jaka TNI AL 100 personel, Den Bravo 90 TNI AU 100 personel, Gultor Den 81 TNI AD 100 personel, Kopassus 200 personel, Marinir 200 personel, Paskhas 200 personel, Paspampres 100 personel, Kodam Jaya 600 personel dan Polda Metro Jaya 200 personel.

 

(Nyo)