TIDAK EFEKTIF ANGGARAN REVOLUSI MENTAL DIPERTANYAKAN

 

 

 

SAKSIMATA.CO DEPOK : Anggaran Sosialisasi sebesar Rp.120 Milyar terkait Revolusi Mental yang jadi jargon dari Presiden Joko Widodo kembali dipertayakan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadl Dzon di Kampus Universitas Indonesia disela - sela acara Forum Pemikiran Mengenai Kebudayaan Nasional Terkait Wacana Revolusi Mental (02/05/2016).

"Kita ingin apa yang menjadi niat baik dan cita-cita baik dari revolusi mental terutama untuk karakter bangsa perubahan bangsa ini perlu kita dukung tetapi konsep juga harus jelas jangan sampai konsep tidak jelas nanti implementasi apa lagi," tegasnya.

Dirinya ingin agar konsep dari Revolusi mental tersebut jelas jangan hanya sekedar jargon karena menurutnya Revolusi mental mau apa.

"Apakah mental bisa di revolusi atau memang revolusi ini arahnya kepada perubahan kepada karakter bangsa oleh karenanya saya memberikan suatu catatan kritis revolusi mental itu mau apa," katanya

Lebih lanjut pihaknya membandingkan antara Revolusi Mental Jokowidodo dengan Revolusi Korea Selatan dengan kemandirian atau tidak bergantung kepada pihak lain atau berdiri diatas kaki sendiri dan kerja sama.

"Saya khawatir nanti kalao konsepnya tidak jelas tidak duduk nanti akan menjadi jargon dan juga anggaran memang relatif tetapi memang banyak anggaran revolusi mental untuk iklan jadi masa revolusi mental pakai iklan janganlah jadi harus ada program yang jelas," paparnya

 


(Yopi)