PEMILIHAN KETUA KONI DEPOK SARAT INTRIK DAN PERDEBATAN HUKUM

 

 

 

SAKSIMATA.CO DEPOK : Musyawarah Olahraga Kota Depok 2017 (Musorkot 2017) KONI KOTA DEPOK, di Bumiwiata beberapa hari yang lalu dihujani banyak interupsi dari sebagian pengurus cabang (pengcab) hal ini membuat pimpinan sidang Nina Suzana tidak dapat berbuat banyak karena kedua kubu tetap mempertahankan argumennya masing-masing.
 
Untuk itu Ketua Koni Jawa Barat Ahmad Syaefudin turun tangan untuk meredakan tensi yang terus memanas, hal tersebut dilakukan Ketua Koni Jabar untuk menggabungkan kedua kubu antara pendukung Amry Yusra dan Agustinus.
 
"Kalian percaya sama saya kalau kalaian percaya maka saya putuskan Amry Yusra sebagai Ketua Koni dan Agustinus sebagai Sekretaris," jelasnya,Sabtu (18/02).
 
Saat di tanya awak media terkait perbedaan penafsiran terkait pasal 19 Ayat 3 tentang masa jabatan ketua Koni dimana sebelumnya wakil Ketua Koni Jabar mengatakan bahwa pasal tersebut sedang di godok Ahmad mengatakan bahwa semuanya sudah jelas di AD/ART.
 
"Semuanya sudah jelas saya tidak mau bahas itu bahwa kedua calon tersebut di bolehkan untuk maju menjadi bakal calon Ketua," katanya.
 
Tidak mau di sudutkan Ketua Koni Jabar mengatakan bahwa dirinya dalam menyikapi masalah pemilihan Koni bersikap netral.
 
"Kalau kami netral yang penting kemajuan olahraga di Jawa Barat bisa maju itu saja," ujarnya.
 
Sementara itu bakal calon ketua Koni Agustinus secara mengejutkan mundur dari pencalonan nya menjadi Ketua Koni hal tersebut tentunya menjadi pertayaan banyak pihak karena di Last minute bakal calon yang mempunyai dukungan 17 pencab tersebut mundur.
 
Salah satu pengurus cabang Gabsi Nongki Tambayong mengatakan bahwa indikasi intervensi dari pihak Pemerintah saat kental hal tersebut di ungkapkan di sela-sela rapat yang berlangsung Hotel Bumi Wiyata.
 
"Ini musyawarah untuk melanggar hukum karena sudah jelas AD/ART di langgar semua untuk itu saya serahkan ke temen-temen lainnya karena saya tidak punya kepentingan," tandasnya.
 
 
Yopi