Kriminal

ADA BTS LIAR DI TANAH MILIK NEGARA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPOK - SAKSIMATA. Mangkraknya bangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) persis di halamam kantor Kelurahan Depok,Kecamatan Pancoran mas menjadi pertanyaan banyak pihak pasalnya penguasa setempat yaitu Lurah dan Camat setempat tidak mengetahui milik siapa Tiang menara serta di peruntukan untuk apa,karena di tiang tersebut terdapat stiker segel dari Satuan Polisi Pamong Praja.

Salah satu staf Kelurahan Depok, Rahmat mengatakan tinggi tiang mencapai belasan meter yang dibangun pada akhir bulan Agustus tahun 2016, sekitar jam 01.00 dini hari, dengan kedalaman 4 meter dari permukaan tanah. Sebelumnya dirinya dan pihak Kelurahan sudah mempertanyakan tiang tersebut untuk apa, namun jawaban salah satu pekerja tiang untuk lampu penerangan.

"Awal ditanya sebagai lampu  penerangan, setelah berdiri ternyata seperti tiang menara atau tower BTS", jelasnya Kamis (09/12/2016)

Sementara itu staf dari Pos dan Telekomunikasi Diskominfo mengatakan bahwa pihaknya secara prosedur hanya merekomendasikan tower tersebut ke dinas lain yang dalam hal ini Dinas Tarkim.

"Kita hanya merekomendasikan saja ke dinas tarkim karena untuk izin kita tidak mempunyai wewenang," tandasnya.

Senada, Camat Pancoranmas, Utang Wardaya mengatakan merasa kaget bahkan dirinya tidak mengetahui kalau terdapat bangunan tower BTS  dibangun di halaman kantor Kelurahan Depok. Singkat dia.

 

Klarifikasi

 

Plt Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok Hardiono memberikan klarifikasi atas tudingan di salah satu media yang menyatakan bahwa Dinas yang di pimpinannya memberikan izin terhadap pembangunan tiang menara atau BTS.

"Di kami itu jelas bahwa tidak ada kata-kata izin kalau kita baca di aturannya tetapi hanya memberikan rekomendasi jadi jangan sampai salah mengartikan,karena izin itu bukan di kami," jelasnya.(13/12/2016)

Menurut Hardiono ,pihaknya dengan dengan dinas-dinas terkait saat ini sedang melakukan pengecekan data terkait dengan berapa jumlah BTS yang ada di Kota Depok.

"Saat ini kami bersama dengan Dinas Aset,Pol PP,Tarkim sedang menyamakan data kita ingin tau berapa jumlah BTS yang ada di Kota Depok," katanya

Sampai saat ini menurut Plt Dinas Komunikasi dan Informatika bahwa ada beberapa BTS yang ter indikasi kan melanggar karena tidak memiliki izin.

"Ada Delapan yang berdiri di fasos fasum dan dua berdiri di tanah aset milik Pemerintah,untuk yang dua itu satu karena ketahuan maka tidak jadi di bangun jadi saat ini hanya satu,untuk titiknya dimana saya tidak ingat,untuk itu kami bersama dinas lain sepakat untuk memberhentikan dahulu segala aktifitas pembangunan BTS sampai dengan Perwal keluar khususnya pembangunan di Fasos Fasum," tandasnya

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari  mengatakan pihaknya telah melakukan langkah penyelidikan melalui operasi bidang intelejen. Ini bertujuan untuk mencari sejauh mana ada temuan indikasi penyimpangan pendirian menara BTS dan mikrosel tersebut. Penyelidikan mulai kepada dinas terkait, termasuk pihak pelaksana perusahaan yang mendirikan di lahan fasus fasum dan asset milik Pemerintah Kota Depok tersebut.

"Saat ini kami sudah mulai bergerak untuk mengumpulkan bahan keterangan dan  bukti apakah ada pihak yg bertanggung jawab",jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Seksi Intelejen, Wahyudi Eko membenarkan saat ini kami telah melakukan penyelidikan terkait Menara BTS dan Mikrosel.

" Kami segera memanggil tiga dinas, diantaranya BPMP2T, Distarkim, dan DPPKA" Singkat dia.

 

 

(Yopi)

 

 

 

 

 

 

 

 

WARGA CIMANGGIS SETUBUHI ANAKNYA HINGGA HAMIL

SAKSIMATA.CO DEPOK : Dengan alasan sering ditolak istrinya saat meminta berhubungan badan, Sukendar (47 tahun) tega memperkosa anak kandunnya sendiri sebut saja Bunga (bukan nama asli) 19 tahun di rumahnya sendiri di Kampung Areman Jalan Alamanda RT. 03 RW. 07 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis.(17/05/2016)

Kapolres Kota Depok AKBP Harry Kurniawan menjelaskan, motif pemerkosaan yang menimpa Bunga adalah karena nafsu. "Yang jelas karena nafsu,  permintaan tersangka selalu ditolak istri saat minta berhubungan badan," jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan kronologi kejadian di mana tersangka sudah menggauli korban sejak tahun 2007 sampai 17 Maret 20165 

"Awal nya ibu korban membaca isi sms antara tersangka dan korban yang isinya apakah kemaren di buang di dalam atau di luar,merasa ada yang ganjil lantas sang ibu mendesak bunga untuk mengaku isi dari sms tersebut," paparnya.

Dari hasil penangkapan tersangka polisi berhasil mengamankan sebuah HP tersangka dan obat-obat an sebagai jamu.

"Saat ini korban hamil dua bulan dan dalam pengawasan orang tuanya,kami juga berhasil mengamankan obat-obatan yang menurut pengakuan tersangka untuk menggurkan kandungan," terangnya.

Sementara itu tersangka yang juga ayah korban menuturkan permintaan maaf dan menyesali perbuatannya kepada keluarga dan masyarakat karena perbuatannya sehingga putri kandungnya hamil dua bulan.

"Saya meminta maaf saya khilaf telah melakukan perbuatan yang tidak semestinya,saya rela di hukum berat," ujarnya.

 

 

(Yopi)

GEMA - BNN Laksanakan Program P4GN

 

 

 

SAKSIMATA.CO JAKARTA : Dalam rangka hari AIDS Se- Dunia, yayasan Gema (Gerakan Kemanusiaan) Indonesia menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan Pemberdayaan kepada Tokoh Masyarakat dan Komunitas Peduli Anti Narkoba guna menekan angka penyalahgunaan Narkoba di lingkungan tempat tinggal masing-masing, hal tersebut sesuai dengan Program Pencegahan,Pemberantasan,Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang merupakan salah satu program dari BNN (15/12/2015).

Rahmawati dari pewakilan Gema Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja mengajak BNN untuk melakukan sosialisasi P4GN yang menurutnya masih ada kolerasinya dengan hari Aids sedunia. "Kita di Gema memang lebih konsen ke permasalahan penularan HIV AIDS,tetapi kali ini kita mencoba merangkul BNN untuk melakukan sosialisasi P4GN karena dengan penggunaan jarum suntik bersama -sama akan mengakibatkan terinveksi HIV," jelasnya.

Lebih lanjut Rahmawati menjelaskan bahwa pihaknya ingin para tokoh masyarakat juga ikut andil dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat akibat dari penyalahgunaan Narkoba.

"Kita ingin memberdayakan tokoh-tokoh yang ada disini,juga membantu bertanggung jawab dengan memberikan penyuluhan kepada mereka yang terkena Narkoba karena memang dilingkungan daerah Kemang ini banyak yang pegguna oleh sebab itu saya berharap para pengguna dapat di rehab,"tegasnya

Sementara itu Darussalam yamg merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta sependapat dengan Rahmawati bahwa memang perlu adanya kader yang fokus menyuarakan pentingnya pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkoba di lingkungan masing-masing.

"Wilayah Kemang memang termasuk wailayah rawan karena letaknya yang berdekatan dengan banyaknya cafe yang tentunya dekat dengan narkoba,oleh sebab itu saya berharap dengan adanya acara ini serta hadirnya tokoh-tokoh masyarakat untuk berdampingan dengan BNN sehingga kita bisa melindungi anak cucu kita dari bahaya narkoba,"paparnya.

 


(Yopi)

 

 

 

DIDUGA MELIBATKAN OKNUM TNI AL PENANGANAN KASUS PENGANIAYAAN BERJALAN LANBAN

SAKSIMATA.CO DEPOK : Empat bulan kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur HA dan S belum mendapatkan penyelesaian secara hukum, proses penyelidikan terhadap Polri dinilai berjalan lamban karena pelakunya diduga melibatkan oknum anggota TNI AL (31/03/2016).

Komisi Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik yang menerima aduan dari orang tua yang dianiaya menyambangin Polresta Kota Depok untuk meminta klasifikasi pemeriksaan yang mandek.

"Kita hadir disini untuk meminta klarifikasi Polres Depok terkait kasus penganiayaan anak di bawah umur di mana kasusnya sudah empat bulan tidak ada progressnya,"kata Adrianus Meliala Pimpinan Ombudsman RI saat menyambangi Polres Depok.

Adrianus menambahkan bahwa dalam proses penanganan terhadap anak tidak boleh pandang bulu,siapa pun yang melakukan tindak kejahatan harus di proses.

"Di sini ada kesan karena ada oknum TNI yang terlibat mangkanya proses penangannya menjadi lambat," jelasnya

Lebih lanjut pihaknya ingin proses penganiayaan terhadap anak segera di proses karena dalam hal ini melibatkan warga sipil.

"Kita ingin warga sipil yang terlibat segera di proses karena menurut saya ini hal mudah, saya berharap Polres Depok dapat membuka kasus ini dan melakukan penyelidikan kembali," paparnya.

Sementara itu Kapolres Kota Depok Kombes Dwiyono mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penganiayaan yang melibatkan anak dibawah umur.

"Segera kita akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, terhadap warga sipil kami akan segera mencari kebenarannya siapa-siapa yang terlibat,"ujarnya.


(Yopi)

PELAJAR HENDAK TAWURAN DIGEREBEK WARGA SUKMAJAYA

 

 

 

SAKSIMATA.CO DEPOK : Anggota Polsek Sukmajaya bersama dengan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar) melakukan sweeping terhadap para pelajar di Jalan Tole Iskandar Kecamatan Sukmajaya (1/11/2015).

Hasil dari Sweeping bersama dengan jajaran Polsek dan Pokdar Kamtibmas Sub Sektor 79 Sukamaju,mendapati anak-anak ABG (anak baru gede) yang ingin melakukan tawuran.

Benar saja, anggota Pokdar yang sedang berpatroli mendapat laporan bahwa ada para anak-anak ABG yang berkumpul secara bergerombol di pinggir jalan Tole Iskandar dekat Komp. Cimanggis Indah,lanjut anggota Pokdar bersama rekan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) menuju TKP,dan benar saja sebelum anggota Pokdar mendekat mereka sudah lari kocar kacir.

Anggota Pokdar, Robert Sukma 79.06 menyisir lokasi dan menemukan beberapa senjata tajam yang akan digunakan untuk tawuran.

“Saya mendapat laporan dan saya mengumpulkan anggota untuk mengecek TKP,dan benar sebelum kita mendekat mereka sudah kabur dan kita menemukan samurai,clurit,gir dll”,jelas Robert Sukma 79.06.

Tidak sampai disitu salah satu anggota dari Pokdar Robert sempat merebut tas dari salah satu pelajar SMA yang teryata isi dari tas tersebut sebuah golok

“Saya hampiri langsung saya pegang tasnya,sambil saya Tanya kamu sekolah dimana dek,Dan kamu tinggal dimana,mereka langsung ketakutan Dan pasang wajah mencurigakan,Ternyata ada sanjam berupa golok pemotong daging Dan werpak/rompi seragam STM karya nugraha”, tutur anggota Pokdar Kamtibmas sub sektor 79 Sukamaju, Robert Sukma 79.06.


(Yopi)