Ideologi

Wakil Rektor UI Cegah Penyebaran ISIS Dalam Kampus

SAKSIMATA.CO DEPOK - Universitas Indonesia (UI) mempunyai kiat untuk menangkal  wabah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)  masuk ke dalam lingkungan kampus,UI menjamin bahwa gerakan radikalisme apapun dapat dengan mudah terdeteksi di lingkungan kampus UI (12/08/2014).

Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) Bidang Pendidikan Bambang Wibawarta menilai, penanganan isu-isu keamanan seperti ISIS tidak bisa hanya dilakukan satu pihak, di sini peran serta media sangat penting dalam mensosialisasikan bahaya dari faham ISIS.

"Memang fenomena saat ini, peranan media membesarkan ISIS sendiri cukup besar, dalam arti berita menarik bisa jadi besar. Indonesia sangat divers, tingkat pendidikan, tingkat kesejahteraan, penghasilan,
etnisitas sangan beragam, penanganan seperti ISIS tak bisa hanya satu melarang,yang satu bilang tak boleh. Harus dipahami kok boleh dan tak boleh dilarang, dan sebagainya,"ungkap Bambang Wibawarta

Bambang menambahkan bahwa  UI sendiri mempunyai  banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Direktorat Kemhasiswaan yang bisa mengawasi secara detail gerakan yang menyusup dan mempengaruhi kampus. Mereka mempunyai pemahaman yang sama untuk membangun UI lebih baik. Tak hanya radikalisme, bahaya narkotika, juga harus mampu terdeteksi dengan baik.

"UI dan kampus lainnya harus mampu mengawasi agar lebih terdeteksi, terkontrol, terus komunikasi dengan baik, bangun kesadaran bersama, awareness sebab spanduk saja tak efektif. Mudah – mudahan tak akan
kecolongan, mahasiswa kita tak pengaruh gerakan yang merugikan bangsa," jelasnya

Salah satu kiat UI menangkal ISIS dan radikalisme yakni dengan mengundang unsur TNI dan Polri untuk berdiskusi. Selain itu, mahasiswa sengaja diberikan kegiatan perkuliahan yang padat sehingga aktifitas yang tidak terlalu penting di luar kampus bisa diminimalisir.

"Mudah-mudahan tak akan kecolongan, mahasiswa kita tidak akan  terpengaruh gerakan yang merugikan bangsa," tutupnya




(Yopi)

Peziarah Kuburan Berkah Bagi Penjual Kembang dan Perawat Maqam

SAKSIMATA.CO JAKARTA - Penghasilan perawat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, meningkat hingga dua kali lipat pada Hari Raya Idul Fitri (29/07/2014)

"Ini hari yang saya tunggu, pendapatan pasti meningkat minimal dua kali lipat," Ungkap Ahmad Yunus, perawat TPU Pondok Rangon

Ahmad menjelaskan penghasilannya diperoleh dari pemberian ahli waris saja. Pada bulan biasa ia mengantongi Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta namun pada bulan Ramadan dan Idul Fitri penghasilannya meningkat.

"Jika ditotal dari bulan puasa dan Lebaran bisa dapat dua juta sampai empat juta rupiah, tidak bisa diprediksi," kata pria yang tinggal tidak jauh dari pemakaman itu.

Ahmad mengatakan tiap perawat makam di TPU Pondok Rangon umumnya menangani lima hingga 20 makam untuk diurus.

Asep perawat makam keluarga  yang bekerja lebih dari 15 tahun ini  mengatakan Lebaran adalah hari yang ditunggu karena mendapatkan pemberian dari peziarah dan ahli waris yang menitipkan makam untuk dirawat.


Biasanya jika dibersihkan ketika berziarah kami diberi uang seiklasnya, kata Asep, tapi ada biaya bulanan untuk perawatan rumput jika diminta sesuai keinginan ahli waris.


"Itu berkah bulan puasa, lumayan untuk ikutan lebaran juga," katanya.


Asep mengatakan ada puluhan perawat makam TPU Pondok Rangon namun pada bulan Ramadan dan Lebaran jumlahnya meningkat dua kali lipat karena ada perawat makam musiman.


Sementara itu, Rina pedagang kembang ziarah di TPU Pondok Rangon mengatakan pada hari raya Idul Fitri pendapatannya juga meningkat.


"Yang beli banyak, kita juga menaikkan harga kembang, dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per bungkus," ujar Rina.


Juru parkir dan pedagang makanan di TPU Pondok Rangon pun mengatakan penghasilannya meningkat karena banyaknya peziarah di hari raya.


Annisa peziarah dari Bogor memaklumi banyaknya pedagang dan perawat makam yang mencari nafkah di Hari Raya.


"Berkah untuk mereka yang bekerja di makam meskipun cuma setahun sekali mereka mendapatkan penghasilan lebih," ujar Annisa.



(Yopi)