Ideologi

PERINGATAN MAULID NABI SAW DI SD SWASTA KARTIKA VIII-5 SERENGSENG SAWAH BERLANGSUNG HIKMAT

Saksimata.Co JAKSEL. Ratusan warga bersama Kepala sekolah beserta jajaran guru-guru, Ketua  komite, dan seluruh siswa SDS kartika VIII-5 menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Kartika VIII-5 yang berlokasi di Jl. Saroja, Kel. Serengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Jakarta selatan.(7/2)

Meski acara dilaksanakan secara sederhana namun suasana hikmat cukup terasa, dengan lantunan sholawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang dibacarakan para hadirin.

Tauziah disampaikan oleh Ustadz Saimin, S.Ag yang mengupas tema "Keteladanan Nabi Besar Muhammad SAW dalam konteks pendidikan dan pengajaran dalam upaya menciptakan manusia anak didik yang cerdas dan berakhlak".

Ketua komite SDS kartika VIII-5, Ardhana Ulfa Azis, M.Si, menerangkan bahwa Penyelenggaraan kegiatan semacam ini seharusnya diselenggarakan setiap tahun.

“terkadang kita memang perlu mengadakan acara seremonial untuk memperingati suatu sejarah, walaupun itu sederhana sekalipun, karena dengan itu kita menjadi ingat dan kembali menguatkan tekad kita untuk terus taat dan taqwa kepada Allah SWT dan cinta kepada Nabi dan Rasul Muhammad SAW”, Ujarnya.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi kali ini, juga dihibur dengan penampilan Tim Qasidah dan Tim Marawis. Hal ini menambah suasana acara menjadi semakin semarak.

 

(As'ad/Erang).

Harlah ke-3 Pesantren Al Hikam : 300 Ulama NU Lahirkan Maklumat Kebangsaan

Saksimata.Co Depok.  Ulama dari berbagai Pondok Pesantren dan cendekiawan muslim di Indonesia melakukan Sarasehan di Pondok Pesantren Al Hikam Kukusan di Depok (7-9/02).

Para Ulama NU ini sepakat dan akhirnya melahirkan maklumat kebangsaan, sebagai sikap atas kondisi bangsa saat ini. Ulama dan Kiyai telah mendapatkan materi dari tokoh yang berkompeten. Terdiri dari kalangan pemerintah, aktivis, pemerhati politik hingga aparatur negara (TNI, Polri, KPK, dan DPR RI).

“Kami juga telah melahirkan rekomendasi dari beberapa sidang komisi yang menjadi maklumat kebangsaan. Sebagai suatu hal yang penting bagi kemajuan bangsa dan Negara Indonesi,” kata Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi.

Menjelang Pemilu 2014, kata dia, banyak hal yang menjurus kepada kecurangan dan manipulasi sehingga harus diatasi. Jika tidak, lanjutnya, maka akan terjadi konflik setelah pemilu, dan mengancam keselamatan rakyat.

Dukungan para ulama tak hanya sampai di situ. Lebih lanjut Hasyim menambahkan, peran Ulama penting di tengah masyarakat agar bisa meredam kegoncangan dan  keadaan yang ada di masyarakat.

“Kalau Ulama sudah hilang muruah-nya, maka akan terjadi kegoncangan di masyarakat. Silakan para kiyai menyimpulkan sendiri apa yang harus dilakukan dari maklumat kebangsaan ini atau ijmak sukuti (diam saja),” pungkasnya.

(Yopi/berbagai sumber).