MEnabung Puluhan Tahun Loper Koran Naik Haji

SAKSIMATA.CO DEPOK - Kerja keras dan ulet itulah yang digambarkan dari sosok Sadino (72) yang tinggal di Jalan Gelatik 12, RT. 05 RW. 01, Kampung Pulo Jaya, Kelurahan/Kecamatan Beji.Seorang loper koran yang dengan sabar mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk dapat berangkat Haji menunaikan rukun iman yang ke lima (02/08/2014).

Kisah Sadino berangkat ke tanah suci berawal dari celetukan salah satu temannya untuk pergi haji. Dengan niat tulus, pria yang mengaku tamatan sekolah dasar itu mulai menyisihkan 10 persen dari hasil jerih payahnya menjadi loper koran. Dia telah mengumpulkan ongkos naik haji itu sejak tahun 1985.

Warga Beji, Depok, itu selalu mengawali hari-harinya dengan optimistis. Sebelum berangkat menjajakan koran, Sadino selalu bangun di sepertiga malam untuk solat sunah.

Saat ditemui awak media di Yayasan Haji dan Umroh Ibnu Hasan, Kampung Lio, Pancoran Mas Kota Depok, Sadino binti Kasan Murni, di dampangin oleh Habib Idrus Al Qadri tidak dapat menyembunyikan rasa haru karena dapat menunaikan rukun iman kelima setelah menabung hampir 35 tahun dari hasil kerja kerasnya berjualan koran.

"Dari upah jualan koran perbulan Rp.1,2 juta, disisihkan 10 persen untuk ditabung untuk biaya tidak terduga. Alhamdullilah akhirnya bisa naik haji,"ungkap Sadino

Keberhasilan dirinya untuk naik haji adalah tidak lepas dari hidup sederhana dan hemat dalam mengeluarkan pengeluaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kunci keberhasilan saya adalah hidup hemat. Teman-teman serekan pada punya telepon genggam, tapi saya tidak. Orang lain kemana-mana naik motor, saya hanya naik sepeda,"tuturnya.

"Mudah-mudahan saya haji mabrur, dan mudah-mudahan pulang dari sana bisa menolong orang yang perlu ditolong. Berat ya berat, kalau niat, niatnya dibuktikan," tegasnya.

Sementara itu Ketua FPI Depok, Habib Idrus Al Gadri, yang rencananya akan memimpin sejumlah jamaah asal Depok lainnya, termasuk Sadino mengatakan, perjuangan dan ketulusan Sadino adalah bukti dari janji-janji Allah atas umatnya yang bersungguh-sungguh dalam mencari ridho-Nya.


"Ingat, haji itu bukan semata-mata uang. Tapi niat, ini janji Allah. Sesuai dengan surah Al Hajj yang salah satu kalimatnya berbunyi, diwajibkan kepada manusia untuk melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu. Mampu di sini dalam artian lebih kepada niat. Dengan niat semata-mata  karena Allah, Insya Allah semua bisa," kata Idrus.




(Yopi)