Jelang Hari Raya Idul Adha, Permintaan Hewan Kurban Mulai Naik

SAKSIMATA.CO DEPOK - Permintaan hewan qurban di Kota Depok cenderung mengalami kenaikan 5-10% dari tahun ke tahun, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan ibadah qurban dan ditambah dengan meningkatnya pendapatan masyarakat kota Depok.

Untuk mencegahnya terjadinya penularan penyakit Zoonotik yang berasal dari hewan qurban. Pemerintahan kota Depok bersama Fak. Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor dan Kementerian Agama Kota Depok menyelenggarakan kegiatan seleksi dan Penyelenggaraan Hewan qurban di Gedung Sekar Peni Jl Siliwangi (10/09/2014).

Walikota Depok menyampaikan bahwa penanganan hewan qurban ini sangat penting dilaksanakan,karena meski dinyatakan sehat hewan yang akan dijadikan hewan qurban tetap harus diperikasa kembali. "Diharapkan nantinya Panitia yang berada dilapangan agar peka terhadap hewan-hewan qurban yang nantinya akan disembelih selalu memperhatikan hewan-hewan qurban terhadap berbagai jenis penyakit seperti cacing hati,antraks hingga penyakit mulut dan kuku," ungkap Walikota Depok di acara Sosialisasi Seleksi dan Penyelengaraan Hewan Kurban di Gedung Sekarpeni Depok.

Ditambahkan Walikota bahwa pada umumnya hewan yang akan dijadikan hewan qurban berasal dari luar kota Depok sehingga harus tetap mewaspadai terhadap kemungkinan timbulnya penyakit yang ditularkan dari Hewan ke manusia.

"Pemerintah mempunyai solusi yaitu dengan meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan check point khususnya hewan korban yang tidak boleh masuk yang tidak boleh masuk ke kota Depok jika tidak dilengkapi dengan surat keterangan sehat (SKH) dari dinas peternakan asal hewan tersebut berasal.

Sementara itu Dekan dari Institut Pertanian Bogor Drh Hadri Latif memberikan arahan terhadap beberapa jenis penyakit pada hewan qurban dan cara mengatasi apabila nanti dilapangan ditemukan hewan qurban yang mati secara tiba-tiba.

"Diharapkan kepada panitia hewan qurban untuk tidak menyembelih hewan qurban di sekolah-sekolah seperti TK dan Paud lalu apabila nanti ditemukan hewan yang ditemukan mati secara tiba-tiba dan mengeluarkan darah dari hidung serta dubur untuk tidak menyembelih karena ditakutakan terdapat virus atau spora yang mencemari lingkungan dan itu bertahan hingga puluhan tahun," Jelasnya



(Yopi)