Terima Suap Properti, Mantan PM Israel Ehud Olmert Dihukum 6 Tahun Penjara

Saksimata.Co Tel Aviv - Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert divonis enam tahun penjara karena dinyatakan bersalah menerima suap terkait pembangunan properti di Yerusalem.

Selain vonis enam tahun penjara, pengadilan di Tel Aviv juga memberikan denda sebesar US $290.000 atau Rp 3.3 miliar kepada Olmert.

Keputusan itu diberikan hanya dalam enam mingu setelah dia didakwa atas dua kasus penyuapan saat menjabat sebagai wali kota Yerusalem.

"Seorang pegawai negeri yang menerima suap sama saja dengan seorang pengkhianat," kata Hakim Pengadialn Tel Aviv, David Rozen, yang membacakan vonis bagi Olmert pada Selasa (13/5) pagi waktu setempat.

Olmert menjabat sebagai perdana menteri selama tahun 2006 hingga 2009, dan akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya saat memuncaknya serangkaian tuduhan korupsi.

Sebelum vonis dijatuhkan, Olmert mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa dia merasa diperlakukan tak adil. "Ini adalah hari yang menyedihkan di mana hukuman tak adil dan berat diberikan kepada orang yang tak bersalah."

Olmert berulangkali membantah menyalahgunakan jabatannya dalam kesepakatan pembangunan kompleks apartemen dan juga tuduhan korupsi lainnya yang memicu dirinya mundur dari jabatan perdana menteri pada tahun 2008.

Pada Agustus 2009, dia didakwa tiga kasus korupsi. Namun, dia membantah segala tuduhan yang menjeratnya semasa ia menjabat wali kota.

Olmert seringkali dikaitkan dengan skandal korupsi sepanjang tiga dekade kariernya, termasuk saat menjabat sebagai wali kota Yerusalem dan saat menjabat sebagai pejabat negara.

Olmert menjadi perdana menteri pada bulan Januari 2006 setelah Perdana Menteri Ariel Sharon mengalami stroke. Lalu Olmert memimpin Partai Kadima yang baru dibentuk untuk kemenangan dalam pemilihan parlemen.


(Sumber:AFP, Haaretz/FH/red)