KPU Belum Mendapatkan Laporan Resmi Terkait Kisruh TPS di Hongkong

SAKSIMATA.CO. JAKARTA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa belum menerima laporan tentang pemberitaan pemungutan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden yang diduga berlangsung di Hongkong berakhir ricuh (07/07).

Sekitar, 500 WNI di sana tidak bisa menggunakan hak suaranya karena terlambat menggunakan hak suara.

"Saya meyakini penyelenggara tetap mematuhi aturan. Saya sendiri belum dapat informasi seperti apa. Saya berasumsi, mereka menjalankan sesuai aturan bahwa (pemungutan suara) selesai pukul 18.00," tegas komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, saat ditemui di KPU Jakarta..

Ferry menambahkan, pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) maka menggunakan hak suaranya pada pukul 17.00-18.00.

Ferry mengatakan, pihaknya menjami petugas pemungutan suara di luar negeri tidak memihak salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, dan bersikap netral.

"Kita ingin pastikan bahwa penyelenggara tidak dalam pihak berpihak pada manapun, bahwa terjadi situasi yang diberitakan bukan berarti dikatakan berpihak. Nggak bisa memilih karena waktu bukan berarti ada keberpihakan," katanya..

Dugaan kericuhan terjadi saat pemungutan suara pemilihan presiden du Victoria Park, Cause Bay, Hongkong, Minggu (06/07).

Ratusan orang membuka dengan paksa pintu pagar pintu TPS karena tidak diizinkan mencoblos. Menurut Fera Nuraini, seorang pemilih di sana, mengatakan TPS sudah tutup pukul 17.00 WIB.

 

(Nyo)