SYECH PALESTINA ROAD SHOW MENJELASKAN KONDISI RIIL PALESTINA

SAKSIMATA.CO DEPOK : Bertempat di Hotel Bumi Wiyata Depok Jawa Barat Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengadakan Konfrensi Pers guna memberikan edukasi dan informasi yang benar terkait isu masjid Al-Aqsha serta kondisi terkini untuk negara Palestina yang saat ini masih memanas karena perang.

Hadir dalam konfrensi pers tersebut ketua dari KNRP Nur Cholid Ramdhan dan ulama dari Palestina Syaikh Ali Ahmad Mohamad Muqbil yang menjelaskan secara panjang lebar terkait kondisi Palestina.

Syaikh Ali Ahmad ulama asal Palestina dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat serta Pemerintah Kota Depok terkait sumbangan kepada masyarakat Palestina.

"Kami mengucapkan terima kasih karena hasil dari sumbangan masyarakat kita gunakan untuk membantu para janda,anak-anak yatim,pembelian obat-obatan dan perbaikan masjid,"ungkap Syaikh Ali Ahmad ulama Palestina

Syaikh Ali juga menginformasikan bahwa saat ini rakyat Palestina menunggu ucapan selamat dari rakyat Indonesia karena pada saat Indonesia merdeka Palestina adalah negara pertama yang memberikan selamat.

"Kita ingin dukungan penuh dari seluruh umat islam bahwa kami sudah merdeka oleh sebab itu dukungan moril maupum material sangat kami harapkan,"tegasnya

Terkait liga arab Syaikh Ali juga menjelaskan bahwa saat ini di negara timur tengah sedang terjadi perang sehingga seluruh bantuan menjadi terhambat.

"Bantuan yang di berikan oleh liga arab selain bentuk material secara politik juga sangat membantu tetapi dengan adanya perang maka negara-negara yang ada di timur tengah menjadi terpecah belah oleh sebab itu kami para ulama turun untuk memberikan secara rill kondisi di negara kami,"paparnya

Terkait kemerdekaa Palestina dan pengibaran bendera Syaikh Ali juga menjelaskan posisi Palestina di PBB.

"Bendera kami memang sudah berkibar tetapi itu memberikan dampak negatif terhadap rakyat Palestina dimana rakyat kami di zolimi dan di PBB pun kami tidak di akui oleh sebab itu kami tidak masuk kedaamnya kami hanya menjadi pengawas saja,yang kami butuhkan adalah bendera kami bisa berkibar di dalam lingkungan masjid Al-aqsha,"tutupnya

(Yopi)