Sejarah

DEPOK MERAYAKAN ULANG TAHUN DENGAN RAMAH KELUARGA

DEPOK : Memasuki hari jadi ke 18 Kota Depok mengambil tema Depok Ramah Keluarga hal ini di ambil karena sesuai dengan salah satu program unggulan dari Walikota Depok,hal tersebut di ungkapkan oleh Ketua Panitia Hut Kota Depok Drs Sri Utomo M.Si Asisten Hukum dan Sosial Setretaris daerah Kota Depok.
 
Sri menjelaskan bahwa untuk mengangkat suatu tema dalam Hut Kota Depok pihaknya telah ber komunikasi dengan beberapa pihak termasuk dengan Walikota oleh sebab itu sesuai dengan arahan Walikota dan sesuai dengan program serta visi Kota Depok maka di tetapkan Depok Ramah Keluarga.
 
"Kita ambil tema tersebut karena sesuai dengan visi Kota Depok diantaranya Depok sebagai Kota Bersih dan Depok sebagai Kota Sehat hal tersebut dalam rangka mengajak dan mengangkat bahwa Kota Ramah Keluarga," jelasnya.
 
Dirinya juga menjelaskan bahwa tema tersebut sekaligus menginformasikan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa Depok tidak hanya ramah terhadap keluarga tetapi juga ramah terhadap anak,ibu dan ramah bapak.
 
"Di sini saya berharap kedepannya Depok dapat menjadi Kota layak anak," jelasnya
 
Dengan seluruh rangkaian yang ada dimana acara Hut Kota depok yang 18 di gelar di seluruh pelosok Kota Depok Pemerintah dalam hal ini Walikota berharap dan sekaligus mengingatkan kembali bahwa Hut Kota Depok jatuh pada tanggal 27 April 2017.
 
"Hal tersebut dilakukan Pemerinta karena Pemerintah ingin rakyat nya tau bahwa tanggal 27 lalu merupakan Hut Kota Depok kita bisa lihat sampai hari ini rangkaian Hut Kota Depok masih di gelar di setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Depok hal ini akan terus kami lakukan agar masyarakat ingat ulangtahun kotanya," katanya.
 
Sambung Sri Banyak hal dalam Hut Kota Depok kali ini yang akan di evaluasi terkait dengan berbagai keterlibatan elemen masyarakat serta dunia usaha dalam rangka Hut Kota Depok.
 
"Kami ingin seluruh masyarakat Kota Depok dapat menikmati acara Hut Kota Depok tentu perlu peran serta seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha karena kami ingin semua dapat berpartisipasi sehingga masyarakat tau bahwa hari ini adalah hari jadi Kota Depok seperti halnya dengan Hut RI semua lapisan masyarakat tanpa di komando serentak menggelar acara dan tahu Hut Kota Depok," paparnya.
 
Dirinya juga mengatakan bahwa Hut Kota Depok tahun ini mendapatkan respon yang positif dari berbagai kalangan dan dunia usaha ini terbukti dari banyaknya masyrakat yang hadir untuk melihat acara demi acara yang di suguhkan Pemerintah Kota Depok.
 

"Sangat luar bisa antusias masyarakat dan dunia usaha walupun kita harus akui masih banyak kekurangan-kekurangan disana sini seperti macet dan lain-lain tetapi wajarlah karena setahun sekali tetapi sekali lagi saya berharap dengan momentum ini masih kita kembali berkerja sama gotong royong untuk memajukan Kota Depok," tutupnya.

 

 

 

 

ADVERTORIAL

 

 

Jonker : Presiden Yang Akan Datang Jagalah Pluralisme

SAKSIMATA.CO DEPOK - Sejarah bukanlah sebuah nostagia didalamnya terdapat sebuah makna, Setidaknya itulah arti sejarah bagi para veteran kemerdekaan 1945. Dengan arti sejarah seperti itu veteran pejuang 45 membuat sebuah organisasi yang menampung ide dan cita-cita kemerdekaan mereka (18/08/2014).

Sejarah bagi veteran tidak melulu tentang masa lalu. Tapi juga masa depan. Para veteran menaruh harapan kepada generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan mereka. Tapi mereka tidak sekedar berharap. Mereka juga coba wujudkan harapan itu.

Lewat organisasi  Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)  angkatan 45 mereka rumuskan cita-cita kemerdekaan dan menyerbarkannya lewat banyak cara. Para veteran akan mendongeng, bukan untuk mengenang kejayaan masa lalu. Namun untuk menceritakan betapa pahitnya sebuah penindasan. Dan betapa manisnya memperoleh kemerdekaan.

Bagi  Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang lahir di Tarutung 72 tahun silam ini, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel  Jonker Manungkap Panjaitan mengatakan bahwa makna Kemerdekaan bagi dirinya sebagai Veteran bahwa perjuangan belumlah usai masih banyak kita harus terua mempertahankan kemerdekaan ini karena kemerdekaan tidak diberikan secara cuma-cuma oleh penjajah kepada bangsa ini.

"Kemerdekaan yang kita dapatkan bukan diberikan oleh penjajah 350 tahun kita di jajah Belanda,kemerdekaan itu kita rebut dengan mengobangkan jiwa harta benda yang tidak sedikit nilainya,karena apa yang kita perjuangan saat itu benar-benar semua perjuangan tidak seperti bangsa lain yang kemerdekaan itu diberikan tanpa perjuangan,"ungkap Ketua LVRI Jonker Manungkap Panjaitan.

Panjaitan juga berpesan kepada generasi penerus bangsa agar terus menjaga kemerdekaan yang sudah direbut dengan susah payah dan menjaga cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Beliau juga menambahkan bahwa  cita-cita kemerdekaan bagi para veteran adalah sebuah ide sederhana. Kesejahteraan umum, pendidikan yang adil dan merata dan mempertahankan persatuan Indonesia.

"Untuk Presiden terpilih saya berharap untuk terus bekerja dan menjalankan konstitusi dengan terus menjaga keaneka ragaman budaya pluralisme tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan bahasa jangan sampai bangsa ini terpecah-pecah dan direbut bangsa lain.




(Yopi)