Jonker : Presiden Yang Akan Datang Jagalah Pluralisme

SAKSIMATA.CO DEPOK - Sejarah bukanlah sebuah nostagia didalamnya terdapat sebuah makna, Setidaknya itulah arti sejarah bagi para veteran kemerdekaan 1945. Dengan arti sejarah seperti itu veteran pejuang 45 membuat sebuah organisasi yang menampung ide dan cita-cita kemerdekaan mereka (18/08/2014).

Sejarah bagi veteran tidak melulu tentang masa lalu. Tapi juga masa depan. Para veteran menaruh harapan kepada generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan mereka. Tapi mereka tidak sekedar berharap. Mereka juga coba wujudkan harapan itu.

Lewat organisasi  Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)  angkatan 45 mereka rumuskan cita-cita kemerdekaan dan menyerbarkannya lewat banyak cara. Para veteran akan mendongeng, bukan untuk mengenang kejayaan masa lalu. Namun untuk menceritakan betapa pahitnya sebuah penindasan. Dan betapa manisnya memperoleh kemerdekaan.

Bagi  Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang lahir di Tarutung 72 tahun silam ini, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel  Jonker Manungkap Panjaitan mengatakan bahwa makna Kemerdekaan bagi dirinya sebagai Veteran bahwa perjuangan belumlah usai masih banyak kita harus terua mempertahankan kemerdekaan ini karena kemerdekaan tidak diberikan secara cuma-cuma oleh penjajah kepada bangsa ini.

"Kemerdekaan yang kita dapatkan bukan diberikan oleh penjajah 350 tahun kita di jajah Belanda,kemerdekaan itu kita rebut dengan mengobangkan jiwa harta benda yang tidak sedikit nilainya,karena apa yang kita perjuangan saat itu benar-benar semua perjuangan tidak seperti bangsa lain yang kemerdekaan itu diberikan tanpa perjuangan,"ungkap Ketua LVRI Jonker Manungkap Panjaitan.

Panjaitan juga berpesan kepada generasi penerus bangsa agar terus menjaga kemerdekaan yang sudah direbut dengan susah payah dan menjaga cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Beliau juga menambahkan bahwa  cita-cita kemerdekaan bagi para veteran adalah sebuah ide sederhana. Kesejahteraan umum, pendidikan yang adil dan merata dan mempertahankan persatuan Indonesia.

"Untuk Presiden terpilih saya berharap untuk terus bekerja dan menjalankan konstitusi dengan terus menjaga keaneka ragaman budaya pluralisme tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan bahasa jangan sampai bangsa ini terpecah-pecah dan direbut bangsa lain.




(Yopi)