Kampus

KINERA 2 TAHUN JOKOWI-JK BURUK BEM SI AKAN MELAKUKAN AKSI BESAR-BESARAN


 

Saksimata.co, Depok -  Rencana aktivis mahasiswa dari berbagai jaringan elemen Kampus yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), akan  melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta, yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2016 mendatang.

Selama dua tahun Pemerintahan Jokowi-JK yang saat ini telah dijalankan memunculkan banyak kontroversi. Hal tersebut mendapat reaksi langsung dari kalangan Mahasiswa yang mengaggap bahwa, kinerja Jokowi-JK memiliki banyak kekurangan selama empat semester ini.

"Pemimpin yang lahir dari media, akan sangat takut ketika citranya anjlok di media. Menuju dua tahun Jokowi-JK, mari ungkap segala kekurangan dan kebobrokan pemerintahan yang selama ini dicitrakan baik oleh media mainstream. " Seperti dilangsir di website resmi BEM SI.

Dalam melakukan aksi tersebut, Adapun tuntutan yang akan disampaikan, yaitu:

1. Tindak tegas mafia kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
2. Tolak reklamasi Teluk Benoa dan Teluk Jakarta
3. Tolak tax amnesty yang tidak pro rakyat
4. Tolak perpanjangan izin ekspor konsentrat setelah Januari 2017 dan komitmen terhadap usaha hilirisasi minerba
5. Cabut hukum kebiri, selesaikan akar permasalahan kejahatan seksual pada perempuan dan anak.

 


(As'ad)

SUDIRMAN SAID : KARAKTER MERUPAKAN MODAL UTAMA BAGI PEMIMPIN BANGSA

 

 

 

 

Saksimata.co - Depok : Menjadi  seorang pemimpin harus  memiliki karakter yang baik. Karakter pemimpin  menjadi faktor utama, karena akan menentukan kemana  arah bangsa ini. Hal tersebut diungakapkan oleh Sudirman Said, saat menjadi pembicara pada seminar "Tranformational Leader 2.0. Dulu,Kini, dan Masa Depan" dihadapan para Mahasiwa, di Balai Sidang Universitas Indonesia.  Ju'mat (7/10).

Menurutnya, pemimpin yang mampu mengelola negara ini adalah pemimpin yang memiliki karakter atau kepribadian yang dapat mewujudkan cita-cita bangsa indonesia dan dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat.

"ketika kita menyanyikan lagu indonesia raya, memang semuanya itu dimulai dengan membangu  jiwanya dan selanjutnya baru membangun  raganya untuk indonesia raya dan seterusnya, maka untuk melahirkan pemimpin harus dimulai dengan membangun terlebih dahulu jiwa yang ada di dalam dirinya. Setelah jiwanya terbentuk, barulah kemudian raganya" katanya menasehati.

Sudirman said menjelaskan bahwa, seorang  pemimpin negara ini harus memiliki keunggulan tersendiri yaitu,  mampu memberikan sebuah perubahan, mempunyai kreatifitas, serta memiliki target yang akan dicapai dalam membangun negara ini.

"Seorang pemimpin. tersebut diukur apakah mereka bisa menjadi pembeda atau memiliki fariasi, dapat mendorong perubahan, mampu mendefinisikan hal-hal kedepannya atau apa yang ingin dilakukan kedepannya. Jika bertanya apa yang harus dirubah yaitu, bisa dengan strukturalnya,cara kerja, sampai dengan strategi"kata mantan menteri ESDM tersebut.

Selain itu lanjutnya, kondisi bangsa indonesia saat ini telah menghadapi berbagai macam persoalan dan perlu adanya suatu perbaikan, baik di dalam sisi pemeritahnya, hukum  yang diberlakukan, serta aparat hukum yang menjalankannya. Dengan melihat hal tersebut, maka jelas diperlukan pemimpin yang memiliki karakter untuk meyelesaikan secara seluruhan permasalahan bangsa ini kedepannya.

 

(As’ad)