PIlkada Langsung Atau Tidak, Golkar Siap Nyalon Walikota

SAKSIMATA.CO DEPOK : Pro-kontra terkait rencana revisi Undang-undang Pemilukada oleh DPR RI, mendapat reaksi beragam dari berbagai politisi di daerah. Walikota Bogor, Walikota Bandung menyatakan menolak Pilkada melalui DPRD sementara Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Poernama alias Ahok yang secara terbuka menyatakan mundur dari partai yang membesarkan namanya karena menentang Pemilukada tidak langsung (15/9/2014).

Pendapat berbeda datang dari Ketua DPD Partai GolkarKota Depok Babay Suhaemi, "Ridwan Kamil dan Bima Arya, saya yakin kader yang baik. Mereka tahu kepada siapa harus berterima kasih. Bima bisa dipilih rakyat karena PAN dan Gerindra. Begitu juga. Ridwan melalui Gerindera. Mereka tidak akan jadi durhaka seperti Ahok yang tak tahu terimakasih," katanya saat mengunjungi Kantor PWI Kota Depok.

Babai menyatakan bahwa apa yang menjadikan kebijakan dari koalisi merah putih seutuhnya untuk kepentingan bangsa tidak αϑα maksud untuk menggangu atau menjegal pemerintah dari Jokowi-Jusuf kalla. "Kubu Jokowi - JK dan pendukungnya harus hormat. Jangan mendeskreditkan. Sikap politik ini untuk kebaikan bangsa bukan untuk kepentingan pribadi, Pilkada oleh DPRD malah enggak perlu bermodal. Lebih ringan malah," jelasnya.

Babai juga menambahkan bahwa apa yang menjadi kekwatiran bagi para elit-elit partai dan pemikir-pemikir bangsa ini seperti Ahok sangat tidak mendasar, di mana Ahok menyampaikan bahwa dia bertanggung jawab terhadap rakyat bukan terhadap DPRD hal tersebut tidak sesuai dengan undang-undang.

"Kita bisa liat didalam undang-undang 32 seperti bahwa seorang Gubernur,Walikota ,Bupati ketika menyelesaikan masa tugas dalam penggunaan masa anggaran selama satu tahun anggaran mereka membuat dua laporan anggaran, laporan anggaran pertanggung jawaban dan laporan anggaran APBD dua hal tersebut disampaikannya kepada siapa? Kepada kita kok DPRD apakah pernah Ahok selama dua tahun menjabat ketika menyampaikan apa yang sudah dia lakukan kepda rakyat langsung atau kepada DPRD coba tanyakan ke Ahok," ujarnya.

Babai Siap Nyalon Walikota 

Babai Suhaimi juga menyatakan kesiapannya partainya dalam mengusung pemilihan kepala daerah baik secara langsung maupun tidak. "Saya sampaikan secara tegas Partai golkar siap untuk melakukan pemilukada dengan apapun caranya apakah mau pemilihan langsung oleh masyarakat atau pemilihan lewat DPR," ungkap Ketua DPC Partai Golkar Kota Depok, Babai Suhaimi saat disela-sela silahturahmi dengan PWI Kota Depok

Babai mengatakan bahwa Partai Golkar diseluruh Indonesia baik itu DPP dan DPD sudah melakukan itu (Pemilihan tidak langsung) bahkan sudah menjadi pemain diseluruh wilayah, berdasarkan data yg dimiliki Parati Golkar, Golkar mempunyai pemimpin daerah terbanyak  setelah itu PDI αϑα diurutkan kedua.

"hal ini membuktikan partai golkar sangat siap untuk melaksanakan pilkada secara langsung karena mekanisme itu akan kita tempuh besok hari rabu kita akan rapat menyikapi tiga hal yaitu tentang undang-undang pilkada,tentang keputusan pelaksaan munas ,tentang pembentukan tim sembilan yang  sebagai media penyaring dari kader-kader yang akan kita dorong menjadi calon Walikota atau Wakil Walikota," unjarnya

"Αϑα beberapa alasan kenapa harus melakukan pemilihan secara tidak langsung yg pertama Kita pernah melakukan pemilihan secara langsung terhadap pemilihan kepala daerah , Apa yg terjadi dari beberapa kali pemilihan kepala daerah ada beberapa hal-hal yg membuat hati bangsa ini sedih karena apa gara-gara pemilihan daerah secara langsung oleh masyarakat αϑα nyawa yang hilang , bukankah tujuan demokrasi itu untuk mensejahterakan masyarakat bukankah berdemokrasi itu tujuannya untuk menciptakan kedamaian untuk masyarakat. Tapi teryata kalao didalam proses demokrasi harus αϑα yg mati dan terluka parah inikan tentu harus menjadi bahan kajian berfikir ulang untuk melakukan pilkada langsung,"tegasnya 



(Yopi)