GOLKAR KEHILANGAN MARWAH DAN DITINGGALKAN KADERNYA

 

 

 

SAKSIMATA.CO DEPOK : Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Kota Depok Dr. Ir. Achmad Nasir Biasane MSi memastikan bahwa selama ini Partai Golkar perlahan tapi pasti mulai kehilangan marwahnya sebagai partai yang besar dari rakyat karena itu banyak pihak yang menuntut agar marwah Partai Golkar dikembalikan seperti semula (16/01/2016).

"Seperti yang telah saya katakan saat ini ada suatu pergeseran pemikiran dari management partai politik ke management perusahaan karena tidak bisa disangkal sebuah partai politik membutuhkan financial karena pergeseran inilah maka bukan Partai Golkar saja yang mengalami pergeseran karena semua partai politik secara gradual telah mengalami pergeseran marwah,dan Partai Golkar jelas sudah banyak ditinggalkan oleh banyak kadernya" jelasnya.

Terkait konflik yang terjadi di tubuh Partai Golkar, MKGR kata Nasir tidak ingin terlibat. MKGR ditegaskannya, adalah cermin dari persatuan.

"Di sini tidak ada Golkar ARB atau Agung Laksono. Kami semua di sini Golkar, semua anggota MKGR itu Golkar. Kami rindu dan akan bersatu kembali membangun Indonesia. Kami kader Golkar," katanya.

Kembali ditegaskannya, MKGR adalah organisasi yang berprinsip setia kawan dan gotong royong. Guna memperkuat hal ini, dia akan meresmikan kader-kader pemersatu bangsa yang dibekali nilai Pancasila.

"Saya imbau pemerintah perhatikan ormas-ormas yang bantu NKRI dan kenyamanan bangsa," katanya. Nasir kemudian menambahkan, ormas MKGR akan berpihak kepada rakyat. Nasir menyebut MKGR akan mendukung pemerataan pembangunan.

"Ormas MKGR itu mempunyai kekuatan yaitu bekerja sama dengan rakyat dimana kekuatan itu masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat,kegiatan MKGR sebenarnya berfokus bagaimana caranya mengangkat harkat dan martabat hidup masyarakat,oleh sebab itu MKGR di Kota Depok pada tahun-tahun mendatang berupaya bagaimana caranya memberdayakan masyarakat Kota Depok secara mandiri tidak bergantung terhadap uang,"paparnya

Lebih lanjut Nasir menambahkan bahwa Kota Depok memiliki potensi yang sangat besar dengan memiliki 26 situ tetapi sangat minim dalam pengelolaannya.

"Tuhan memberikan sesuatu itu pasti ada maksudnya kalao Kota Depok di berikan situ yang banyak maka manfaatkan lihat pontensi yang ada di dalamnya jangan kita singkirkan eceng gondok karena dari eceng gondok kita dapat membuka peluang usaha kita bisa meja,kursi dan lain-lain oleh sebab itu jadilah pionir di Kota sendiri," tutupnya.

 


(Yopi)