PEMERINTAH HARUS SERIUS DAN BEKERJA KERAS DALAM MENANGANI KASUS PELANGGARAN HAM DI INDONESIA

Saksimata.co – Depok : Berbagai macam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di masa lalu, sampai saat ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan sikap tegas pemerintah untuk menyelesaikannya.

Koordinator komisi untuk orang hilang dan dan korban tindak kekerasan (KONTRAS) Haris Azhar mengatakan, tidak selesainya kasus pelanggaran HAM yang terjadi, itu dikarenakan tidak adanya tindak lanjut dan dalam penyelesaiannya hanya sebatas wacana saja. Maka untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM tersebut, diperlukan keseriusan dan kerja keras pemerintah.

“Kenapa masih banyak pelanggaran HAM, itu karena kita hanya sebatas diskursus, dan tidak bekerja untuk meneyelesaikan kasus hak asasi manusia itu. Dan untuk menyelesaikan kasus hak asasi manusia itu perlu menjamin untuk memotivasi, terobosan, kenekatan. Jadi menggunakan cara-cara non kovensional.”tegasnya, saat menghadiri seminar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI) Depok, Selasa (4/10).

Selain itu, lanjut Haris. Banyak peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi, tapi hanya sedikit kita ketahui seperti, kasus pelanggaran hak asasi manusia di Aceh dan Papua. Namun media tidak memberitakan peristiwa tersebut, dikarenakan mereka mempunyai kepentingan.

Sedangkan menurut Heru Susetyo, merupakan pengajar senior Hukum dan HAM, Fakultas Hukum Univertasi Indonesia. Yang juga hadir dalam seminar tersebut menjelaskan bahwa. Adapun kasus pelanggaran HAM yang terjadi sangat banyak, namun yang mampu diselesaikan hanya sedikit. Padahal kasus HAM ini harus diselesaikan secara keseluruhan agar masyarakat dan keluarga korban mengetahui sejauh mana proses peradilan telah dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Begitu banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu. Namun hanya sedikit yang mempu diseleaikan utamanya pada peristiwa 1965. 1966, 1998 yaitu kasus penculikan mahasiswa.” kata Heru.

 

(As’ad)